JAGIR.NGAWIKAB.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak agar pelaku usaha bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Terutama bagi pelaku usaha yang menjalankan usaha di wilayah desa seperti tambang dan perkebunan. Hal itu ia sampaikan baik kepada pelaku usaha swasta mau pun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya nanti akan pesan kepada usaha-usaha swasta maupun BUMN baik pertambangan maupun perkebunan dan lain-lain yang di desa-desa untuk mengikutkan BUMDesa dalam kegiatan-kegiatan mereka,” ujar Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional BUMDesa, Senin (20/12).

Presiden Jokowi juga mendorong agar masyarakat desa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam kegiatan ekonomi di desa. Kegiatan ekonomi harus memberikan dampak kepada masyarakat desa.

“Jangan yang di desa hanya jadi penonton, lalu lalang truk, lalu lalang hasil-hasil perkebunan yang gede-gede, rakyat hanya menonton, melihat. Melihat pengambilan dari desa, rakyat hanya melihat saja,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sejak tahun 2014 lalu BUMDes telah mengalami pertumbuhan sebesar 606%. Saat ini jumlah BUMDes mencapai 57.200 unit dari sebelumnya hanya 8.100 unit BUMDes pada tahun 2014.
Meski begitu, Presiden Jokowi berharap jumlah pertumbuhan BUMDes dibarengi dengan kegiatan yang baik, sehingga nantinya dapat memberikan dampak ekonomi dari BUMDesa tersebut.

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan saat ini proses revitalisasi BUM Desa masih berlangsung. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) terus mendorong perbaikan, menambah permodalan, hingga menyelesaikan proses transformasi UPK eks PNPM Mandiri Perdesaan, menjadi BUM Desa Bersama.

Selain itu Kemendes PDTT terus memfasilitasi BUM Desa untuk mengajukan status badan hukum.

“BUM Desa merupakan instrumen salah kebangkitan desa. Dengan adanya status badan hukum maka BUM Desa akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan saat ini BUM Desa bersama UMKM, ultra mikro dan koperasi berkontribusi terhadap 61% dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. fakta ini menunjukkan jika BUMDes memiliki peran yang sangat penting bagi kebangkitan ekonomi nasional terutama setelah dihantam resesi akibat Pandemi Covid-19.

“Lahirnya UU Cipta Kerja yang memberikan status badan hukum bagi BUM Desa semakin memperkuat BUM Desa sebagi entitas ekonomi yang memiliki kedudukan yang sama dengan entitas ekonomi lainnya sehingga peluang akan berkembang sama besar,”jelasnya

Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- juga mengungkapkan nilai valuasi BUM Desa di Indonesia lebih dari Rp20 triliun. Sebagai gambaran hasil konsolidasi UPK eks PNPM Mandiri Pedesaan, menjadi BUM Desa Bersama saja bernilai sekitar Rp12,4 triliun. Sedangkan saat ini ada 57.288 BUM Desa dengan berbagai kondisi di seluruh Indonesia.

“Harapan masyarakat terhadap BUM Desa sebagai motor penggerak ekonomi juga semakin tinggi. Buktinya selama pandemi ini adalah pendirin BUM Desa juga masih terus berlangsung. Selama 2020 sampai 2021 saja ada 6.197 BUM Desa yang berdiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu Gus Halim juga melaporkan pembentukan desa berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo agar desa berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan. Selain itu juga dilaporkan penggunaan dana desa dan kontribusi dana desa dalam melawan kemiskinan maupun pengaman sosial selama pandemi Covid-19.

sumber: humas kemendes

Share and Enjoy !

Shares