JAGIR.NGAWIKAB.ID – Malam Nisfu Syaban bertepatan di pertengahan bulan Sya’ban. Di malam tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Menurut pendakwah Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya, malam nisfu Sya’ban merupakan malam yang spesial bagi umat Islam.

Keistimewaan malam Nisfu Syaban antara lain:

1. Malam Penuh Berkah
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban adalah malam penuh berkah atau yang dikenal dengan ‘Lailah Mubarakah’. Dinamakan dengan malam Lailah Mubarak karena makna yang tersimpan di malam nisfu Syaban. Sebab, melansir buku ‘Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah’ karya Siti Zumratus Sa’adah, ada yang mengatakan di malam nisfu Syaban terdapat kedekatan Malaikat dengan manusia. 

2. Malam Pembagian
Malam pembagian atau Lailah Al-Qismah adalah malam pembagian dan penentuan rizki. Dalam hadits riwayat Atha’ bin Yasar yang mengatakan, “Jika datang malam Nisfu Sya’ban, Malaikat maut menulis nama yang akan mati dari Sya’ban ini sampai Sya’ban yang akan datang. Mungkin saja ada seseorang laki-laki berbuat aniaya, kerusakan, serta menikahi banyak wanita dan menanam pepohonan, sedangkan pada waktu itu juga namanya telah tertulis sebagai orang yang akan mati. Tiada malam yang lebih baik setelah malam Lailatul Qadar kecuali malam Nisfu Sya’ban.”

3. Malam Penghapus Dosa

Malam ini dinamakan Lailah At-Takfir karena pada malam ini Allah SWT mengampuni dosa manusia selama setahun, hari Jumat menghapus dosa selama seminggu dan Lailatul Qadar menghapus dosa selama seumur hidup.

 4. Malam Dikabulkan Doa

Keistimewaan malam nisfu Syaban yang lain adalah malam dikabulkan doa atau Lailah Al-Ijabah. Mengapa malam nisfu Syaban disebut malam pengabulan doa? Hal ini dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan, “Lima malam tidak akan ditolak doa di dalamnya, Malam Jumat, Malam Pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Lailatul Qadar, malam hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.”

5. Malam Pengampunan

Selain itu, malam nisfu Sya’ban 2022 juga disebut malam pengampunan atau Lailah Al-Ghufran. Malam ini adalah pengampunan dan dibebaskan dari neraka.

Rasulullah SAW mengisyaratkan kelebihan dari malam tersebut. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Sayyidina Muadz bin Jabal dijelaskan bahwa Rasulullah SAW berkata, sesungguhnya Allah SWT melihat setiap saat, nabi melihat setiap saat Allah melihat hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban.

Pada malam nisfu Sya’ban Allah akan memberi pengampunan kepada semua makhluk-Nya. Kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan punya rasa benci kepada saudaranya.

“Maka mari di malam Nisfu Sya’ban nanti kita meningkatkan istighfar kita. Ibadah yang sangat luar biasa itu istighfar. Memohon ampunan kepada Allah. Kita beristighfar sebanyak-banyaknya. Berdamai dengan Allah SWT. Kemudian juga berdamai dengan saudara sanak kerabat.

Pada malam Nisfu Sya’ban umat Islam biasanya membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Surah Yasin pertama hingga ketiga secara berurutan memohon agar diberi panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman. 

Setiap selesai membaca surah Yasin dianjurkan untuk membaca doa malam Nisfu Sya’ban. Adapun doa malam Nisfu Sya’ban yang biasa dibacakan sebagaimana tertera dalam kitab Maslakul Akyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya adalah sebagai berikut

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ   

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. 

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. 

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. 

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. 

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’

Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.

Share and Enjoy !

Shares