Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Pemerintah sangat serius dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Saat ini, pemerintah gencar melakukan percepatan vaksinasi. Langkah ini diambil guna menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity terhadap virus corona.

Bagi penerima bantuan sosial (bansos) PKH, BPNT hingga BLT lainnya yang telah terdaftar dan ditetapkan sebagai sasaran program vaksinasi Covid-19, sebaiknya jangan menolak. Jika menolak vaksinasi, sanksi yang diberikan bisa berupa penundaan bahkan penghentian bansos oleh pemerintah dan Bantuan Pemerintah bisa dihentikan bila Warga menolak divaksin

Baca juga :

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Tak hanya penyetopan bansos, dalam Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo 9 Februari 2021 ini ada beragam sanksi yang bisa diterima penolak vaksinasi virus corona. Termasuk, untuk masyarakat yang tidak menerima bansos namun masuk daftar program vaksinasi Covid-19.

Sanksi menolak vaksinasi tertuang pada Pasal 13A ayat 4 Perpres 14/2021. Berikut bunyi aturan tersebut:

Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat dikenai sanksi administratif berupa:
a. Penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;
b. Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau
c. Denda.

Namun, pada pasal yang sama ayat 3, dikatakan kewajiban vaksinasi bisa gugur. Yakni bagi mereka yang secara medis dinyatakan tidak layak sesuai indikasi vaksin Covid-19 yang tersedia.


Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Kementerian Kesehatan Turunkan harga pemeriksaan RDT-Antigen

Kementerian Kesehatan Turunkan harga pemeriksaan RDT-Antigen

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Kementerian Kesehatan menurunkan harga pemeriksaan RDT-Antigen di fasyankes turun jadi Rp 99.000 untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp 109.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan ini berlaku mulai 1 September 2021.

Penetapan batasan tarif tertinggi ini berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dengan mempertimbangkan komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, Overhead dan komponen biaya lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca juga :

Harapannya dengan harga yang lebih terjangkau dapat meningkatkan pengujian (testing) kasus COVID-19 sebagai bagian dari kegiatan memutus mata rantai penularan COVID-19.

Besaran tarif tertinggi hanya berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RDT Antigen atas permintaan sendiri dan tidak berlaku untuk kegiatan contact tracing atau rujukan kasus ke RS yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan RDT-Ag dari pemerintah.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh fasyankes yang menyediakan fasilitas pemeriksaan RDT-Antigen. Kemenkes menghimbau Dinas kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RDT-Antigen.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Upaya Pemerintah dalam Mempercepat Vaksinasi Covid-19

Upaya Pemerintah dalam Mempercepat Vaksinasi Covid-19

JAGIR.NGAWIKAB.ID – per 31 Agustus 2021, cakupan vaksinasi nasional telah mencapai 100 juta penyuntikan. Jumlah ini adalah kombinasi dari vaksinasi dosis pertama, dosis kedua dan dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan.

Capaian ini telah menempatkan Indonesia diperingkat keenam dunia dalam jumlah orang yang disuntik vaksin serta peringkat ketujuh kaitan dengan jumlah dosis vaksin yang diberikan.

Usaha keras ini, capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, pemda, organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi keagamaan, pelaku usaha serta masyarakat secara keseluruhan.

Hingga kini, pemerintah terus akan menggenjot cakupan vaksinasi nasional COVID-19 untuk mempercepat tercapainya kekebalan kelompok. Adapun strategi yang dilakukan adalah dengan memastikan ketersediaan stok vaksin COVID-19 di seluruh pelosok Indonesia serta meningkatkan target penyuntikan harian.

Secara keseluruhan total vaksin yang telah didistribusikan pemerintah ke daerah sebanyak 144 juta dosis vaksin. Pada bulan Agustus, rata-rata vaksin yang telah dikirimkan sekitar 8-15 juta dosis vaksin COVID-19.

Pada Bulan September ini, ditargetkan jumlah vaksin yang akan dikirimkan ke daerah jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan Agustus. Seiring dengan bertambahnya jumlah vaksin yang akan didistribuskan, pemerintah juga akan meningkatkan laju vaksinasi pada bulan September dengan target penyuntikan 2 juta dosis/hari.

Kendati saat ini cakupan vaksinasi COVID-19 terus meningkat dan laju penularan COVID-19 menunjukkan tren penurunan, diimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah, tetap disiplin protokol kesehatan.

Segerakan ajak orang tua kita untuk vaksinasi. Daftar, antar dan temani.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Tanggal 28 Agustus 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia adalah sebagai berikut :

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Indonesia menjadi 4.066.404 dengan 3.707.850 sembuh dan 131.372 meninggal

Mari bersama tetap patuhi 3M dengan Menggunakan Masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Bersama kita bisa lawan Covid 19.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Macam-macam vaksin Covid-19 di Indonesia, mana yang paling ampuh

Macam-macam vaksin Covid-19 di Indonesia, mana yang paling ampuh

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Vaksin Covid-19 Sinovac adalah vaksin pertama yang digunakan di Indonesia. Namun saat ini sudah ada macam-macam vaksin Covid-19 yang digunakan untuk program vaksinasi nasional. Program vaksinasi Covid-19 semakin gencar dilaksanakan. 

Pemerintah menargetkan program vaksinasi Covid-19 untuk 208 juta penduduk. Hingga 25 Agustus 2021, Satgas Covid-19 (Covid-19.go.id) mencatat jumlah penduduk Indonesia yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 59.011.333 jiwa. Sedangkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua sebanyak 33.094.505 jiwa.

Dikutip dari Kompas.com, untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemerintah menetapkan sejumlah vaksin. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) terhadap 7 vaksin Covid-19 di Indonesia sejak Januari 2021 hingga saat ini.

Adapun tujuh vaksin yang sudah mendapat EUA dari BPOM yakni Sinovac, vaksin Covid-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V. 

Setiap jenis vaksin Covid-19 memiliki karakternya masing-masing misalnya saja jumlah dosis dan interval pemberian. Selain itu, platform vaksin Covid-19 tersebut juga berbeda-beda, ada yang dikembangkan dari inactivated virus, berbasis RNA, viral-vector, dan sub-unit protein.

Meski demikian, semuanya sudah dipastikan keamanannya dan efektivitasnya dalam menangkal virus Covid-19.

Baca juga :

Berikut macam-macam vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia :

Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Vaksin Covid-19 dari perusahaan China ini merupakan yang paling pertama tersedia di Indonesia. Vaksin Covid-19 Sinovac dikembangkan dari inactivated virus dan diberikan melalui intramuskular.

Setiap orang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 , masing-masing 0,5 ml dan tiap dosis diberikan dengan interval 28 hari. Vaksin Covid-19 Sinovac diberikan dalam berbagai program vaksinasi pertama yang digulirkan Pemerintah. Vaksin Covid-19 Sinovac ini juga dinyatakan aman untuk anak-anak khususnya usia 12 sampai 18 tahun.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca ini memiliki platform berupa viral vector (non replicating), dan diberikan dalam dua dosis. Vaksin Covid-19 AstraZeneca diberikan dalam interval yang paling jauh dibandingkan vaksin lainnya di Indonesia, hingga 12 minggu. Vaksin Covid-19 Astrazeneca telah mendapatkan EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA2158100143A1.

Selain itu, vaksin Covid-19 AstraZeneca ini juga diklaim ampuh melawan virus Corona varian Delta dan Kappa.

Vaksin Covid-19 Sinopharm

Vaksin Covid-19 Sinopharm juga telah mendapatkan izin penggunaan darurat untuk dipakai di Indonesia.

Vaksin Covid-19 Sinopharm ini produksi perusahaan farmasi Tiongkok dengan karakter yang mirip dengan Sinovac termasuk dalam hal platform maupun jumlah dosisnya.

Mengutip situs Universitas Gadjah Mada (UGM), menurut Prof. Zullies Ikawati, PhD. Apt. dari Fakultas Farmasi UGM, vaksin Covid-19 Sinopharm ini memiliki efikasi mencapai 78 persen. Vaksin Covid-19 Sinopharm, dia katakan, juga dapat digunakan pada populasi usia 18 tahun ke atas.

Vaksin Covid-19 Sinopharm sempat diusulkan menjadi vaksin gotong royong alias bisa didapatkan dengan berbayar lewat jaringan Kimia Farma. Hanya saja, hal ini sementera dibatalkan oleh Pemerintah sampai pemberitahuan berikutnya.

Vaksin Covid-19 Moderna

Vaksin Covid-19 Moderna adalah vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) yang pertama kali dipakai di Indonesia. Vaksin Covid-19 Moderna ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan, melainkan memanfaatkan komponen materi genetik yang direkayasa.

Vaksin Covid-19 Moderna diproduksi oleh Moderna Incorporation AS, diklaim ampuh melawan varian Delta, Kappa dan Gamma. Selain itu, vaksin Covid-19 Moderna ini dinilai aman untuk orang dengan komorbid alias penyekit penyerta.

Sebanyak tiga juta dosis Vaksin Covid-19 Moderna bantuan dari Amerika Serikat telah tiba di Indonesia pada 11 Juli lalu. Pemerintah telah menetapkan vaksin Covid-19 Moderna akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai vaksinasi tahap ke-3 (booster).

Vaksin Covid-19 Pfizer

Vaksin Covid-19 Pfizer adalah vaksin berbasis RNA (RNA) dan paling banyak dipakai di AS serta Eropa. Efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer dinilai sangat tinggi sehingga sempat amat diminati oleh berbagai negara di dunia. Vaksin Covid-19 Pfizer ini diberikan dalam dosis yang lebih kecil, hanya 0,3 ml dalam satu kali vaksinasi. Namun dibutuhkan dua tahap vaksin untuk mendapatkan perlindungan dari vaksin yang disebut ampuh melawan varian Delta ini. Indonesia baru saja meneken penyediaan 50 juta dosis vaksin Covid-19 (BNT 162b2) untuk sepanjang tahun 2021. Hal ini dianggap dapat membantu pelaksanaan program vaksinasi untuk seluruh masyarakat.

Efek samping vaksin Covid-19

Suntik vaksin Covid-19 menimbulkan efek samping. Namun tidak semua orang yang menerima vaksin Covid-19 mengalami reaksi atau efek samping setelah vaksinasi atau yang dikenal dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Kalaupun terjadi, efek samping Covid-19 tersebut adalah wajar. Hal yang perlu diingat adalah KIPI atau efek samping Covid-19 jauh lebih ringan dibandingkan terkena Covid-19 ataupun komplikasi terkait Covid-19.

Berikut efek samping vaksin Covid-19 atau KIPI yang biasa terjadi menurut situs Kipi.covid19.go.id:

  • Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual atau muntah
  • Rasa lelah
  • Demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C)
  • Anda dapat juga mengalami gejala mirip flu, menggigil selama 1-2 hari.

Jangan panik atau takut jika terjadi efek samping Covid-19 terjadi. Jika terjadi nyeri di tempat suntikan, Anda bisa mengompresnya. Lalu, jika demam, Anda bisa minum parasetamol.

Itulah macam-macam vaksin Covid-19 yang sudah dapat izin BPOM dan digunakan di Indonesia. Jangan takut dengan efek samping vaksin Covid-19, karena hanya bersifat sementara.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia

Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Tanggal 25 Agustus 2021 Perkembangan COVID-19 di Indonesia tercatat sejumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia menjadi 4.026.837 dengan 3.639.867 sembuh dan 129.293 meninggal

Mari bersama-sama kita lawan Covid 19 dengan tetap mematuhi 3M dengan Menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Bersama kita bisa lawan Covid19.

Baca juga :

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares