Keistimewaan Malam Nisfu Syaban , Malam Penuh Berkah

Keistimewaan Malam Nisfu Syaban , Malam Penuh Berkah

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Malam Nisfu Syaban bertepatan di pertengahan bulan Sya’ban. Di malam tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Menurut pendakwah Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya, malam nisfu Sya’ban merupakan malam yang spesial bagi umat Islam.

Keistimewaan malam Nisfu Syaban antara lain:

1. Malam Penuh Berkah
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban adalah malam penuh berkah atau yang dikenal dengan ‘Lailah Mubarakah’. Dinamakan dengan malam Lailah Mubarak karena makna yang tersimpan di malam nisfu Syaban. Sebab, melansir buku ‘Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah’ karya Siti Zumratus Sa’adah, ada yang mengatakan di malam nisfu Syaban terdapat kedekatan Malaikat dengan manusia. 

2. Malam Pembagian
Malam pembagian atau Lailah Al-Qismah adalah malam pembagian dan penentuan rizki. Dalam hadits riwayat Atha’ bin Yasar yang mengatakan, “Jika datang malam Nisfu Sya’ban, Malaikat maut menulis nama yang akan mati dari Sya’ban ini sampai Sya’ban yang akan datang. Mungkin saja ada seseorang laki-laki berbuat aniaya, kerusakan, serta menikahi banyak wanita dan menanam pepohonan, sedangkan pada waktu itu juga namanya telah tertulis sebagai orang yang akan mati. Tiada malam yang lebih baik setelah malam Lailatul Qadar kecuali malam Nisfu Sya’ban.”

3. Malam Penghapus Dosa

Malam ini dinamakan Lailah At-Takfir karena pada malam ini Allah SWT mengampuni dosa manusia selama setahun, hari Jumat menghapus dosa selama seminggu dan Lailatul Qadar menghapus dosa selama seumur hidup.

 4. Malam Dikabulkan Doa

Keistimewaan malam nisfu Syaban yang lain adalah malam dikabulkan doa atau Lailah Al-Ijabah. Mengapa malam nisfu Syaban disebut malam pengabulan doa? Hal ini dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan, “Lima malam tidak akan ditolak doa di dalamnya, Malam Jumat, Malam Pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Lailatul Qadar, malam hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.”

5. Malam Pengampunan

Selain itu, malam nisfu Sya’ban 2022 juga disebut malam pengampunan atau Lailah Al-Ghufran. Malam ini adalah pengampunan dan dibebaskan dari neraka.

Rasulullah SAW mengisyaratkan kelebihan dari malam tersebut. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Sayyidina Muadz bin Jabal dijelaskan bahwa Rasulullah SAW berkata, sesungguhnya Allah SWT melihat setiap saat, nabi melihat setiap saat Allah melihat hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban.

Pada malam nisfu Sya’ban Allah akan memberi pengampunan kepada semua makhluk-Nya. Kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik) dan punya rasa benci kepada saudaranya.

“Maka mari di malam Nisfu Sya’ban nanti kita meningkatkan istighfar kita. Ibadah yang sangat luar biasa itu istighfar. Memohon ampunan kepada Allah. Kita beristighfar sebanyak-banyaknya. Berdamai dengan Allah SWT. Kemudian juga berdamai dengan saudara sanak kerabat.

Pada malam Nisfu Sya’ban umat Islam biasanya membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Surah Yasin pertama hingga ketiga secara berurutan memohon agar diberi panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman. 

Setiap selesai membaca surah Yasin dianjurkan untuk membaca doa malam Nisfu Sya’ban. Adapun doa malam Nisfu Sya’ban yang biasa dibacakan sebagaimana tertera dalam kitab Maslakul Akyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya adalah sebagai berikut

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ   

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. 

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. 

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. 

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. 

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’

Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.

Share and Enjoy !

Shares
Manfaat Kurban, Salah Satunya Menghapus Dosa

Manfaat Kurban, Salah Satunya Menghapus Dosa

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Selain Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha juga termasuk perayaan besar yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim. Hari Raya Idul Adha biasanya jatuh pada 10 Dzulhijjah kalender Islam. Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021.

Dalam hal ini, orang yang mampu berkurban bisa menjadi amalan ibadah pengganti ibadah haji bagi yang belum mampu. Ini merupakan salah satu keutamaan berkurban yang ingin didapatkan oleh hampir setiap umat Muslim.

Hari Raya Idul Adha adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia yang memiliki segudang manfaat yang tak terduga.

Baca juga :

Berikut ini manfaat kurban yang perlu anda ketahui

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Kurban berasal dari kata Qurb atau Qurban yang berarti ‘dekat’. Sedangkan penulisan qurban dengan imbuan alif dan nun bermakna ‘kesempurnaan’. Sehingga kurban atau qurban adalah ‘kedekatan yang sempurna’. Atau dalam makna lainnya, kurban berarti menyembelih hewan untuk melaksanakan perintah Allah SWT sekaligus mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

2. Menyadarkan bahwa segala sesuatunya akan kembali kepada Allah SWT

Berkaca dari kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anak semata wayangnya, Ismail, untuk disembelih karena perintah Allah, menyadarkan kita bahwa segala sesuatu yang diberikan Allah mulai dari harta, kecantikan, ketampanan, hingga keluarga adalah titipan dan akan kembali kepada Allah sehingga sebagai manusia sebaiknya tidak menyombongkan diri ataupun terlalu mencintai sesuatu melebihi cintanya dengan Allah SWT.

3. Mensucikan diri dan harta benda

Menurut HR Tirmidzi, ibadah berkurban adalah salah satu ibadah yang disukai dan dimuliakan oleh Allah SWT. Bagi mereka yang mampu, berkurban tak hanya dijadikan momen untuk berbagi namun juga mensucikan diri dan harta benda yang dimiliki.

4. Menghapus Dosa

Menurut HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban, tetesan darah hewan yang dikurbankan merupakan penebus dan pengampun dosa-dosa orang yang berkurban pada masa lalu. “Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu”. (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban).

5. Sebagai bentuk syukur

Berkurban adalah bentuk rezeki yang dititipkan Allah untuk disalurkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Selain itu, dalam Islam juga diajarkan untuk saling berbagi dan membantu saudara yang membutuhkan. Tak hanya itu, berkurban juga dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas rezeki yang melimpah dan diberikan Allah sehingga mampu menyalurkannya untuk banyak orang.

Baca juga :

Itulah beberapa manfaat kurban yang perlu perlu anda ketahui. Jadikan Hari Raya Idul Adha 1442 H ini sebagai momen berbagi dan bersyukur atas pertolongan yang diberikan Allah sehingga Anda mampu berkurban untuk banyak orang.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Gerobak Sapi, Alat Transportasi Tempo dulu yang Semakin Pupus

Gerobak Sapi, Alat Transportasi Tempo dulu yang Semakin Pupus

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Generasi tiktok mungkin heran melihat foto gerobak sapi melewati tanda batas kota Jogja. Sesuatu yang asing, termasuk mungkin bentuk gerobak sapi yang makin langka dan mungkin asing saat ini.

Klonthang-klonthang… Begitu biasanya bunyi yg terdengar jika gerobak sapi ini lewat. Bunyi lonceng tembaga yang dipasang di leher sapi memang khas.

Akan tetapi, Alat transportasi Gerobak sapi sekarang semakin pupus. Di wilayah Yogyakarta, gerobak sapi dulu merupakan pemandangan lazim. Terutama di wilayah Sleman dan Bantul yang menggunakan moda transport ini menuju “negoro” alias “kutho”, istilah kotanegara kesultanan Yogyakarta, dimana gerobak ini menghantar barang2 hasil pertanian di sekitar nagari dan negaragung.

Sampai dengan awal 80-an, gerobak sapi masih mempunyai akses masuk jalan besar di Yogyakarta, yang kemudian semakin dipersempit aksesnya, disamping karena makin sesaknya jalan di kota Yogya, juga fungsi gerobak sapi yang mulai digantikan mobil.

Menurut info pengamat sejarah di Yogyakarta, perjalanan gerobak sapi dari luar kota bisa ditempuh hingga 24 jam (sehari semalam), sehingga terbentuk tempat pemberhentian sementara atau transit (semacam rest area di jalan tol) yang disebut “Koplakan”. Dimana disitu para bajingan (panggilan kusir gerobak sapi) bisa ngisi bensin (ngombori sapi), tidur, makan dan mandi.

Baca juga :

Rest area ini ada di beberapa titik seperti, Seperti :

1. Di area selatan / Jalan parangtritis terletak di Getas (Sekarang ex kampus STIE Kerjasama) Karang Kajen

2. Di sebelah timur, terletak di sekitar Sentul (sekarang TMP Kusumanegara)

3. Disebelah barat, di Gamping.

4. Disebelah utara, di sekitar Klitren

5. Pasar Ngasem

Tentu saja pos-pos lain juga banyak tersebar seperti di Muntilan, Piyungan.

Sekarang gerobak sapi merupakan benda yang jarang ditemui, sehingga saat melintas jalan raya menjadi pusat perhatian khalayak ramai.

Meski merupakan benda yang langka, bentuk penutup samping yang berwarna-warni tetap dipertahankan. Jika ada yang dirubah maka bagian roda kini banyak diganti dengan ban truk.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Mitos Gerhana Bulan Menurut Kepercayaan Masyarakat Jawa

Mitos Gerhana Bulan Menurut Kepercayaan Masyarakat Jawa

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Gerhana bulan memang salah satu fenomena alam yang indah. Sebagian besar masyarakat tak sabar menantikan kemunculan gerhana bulan untuk beramai-ramai melihatnya secara langsung.

Namun, di balik keindahan yang ditampakkan, ternyata gerhana bulan memiliki mitos tersendiri bagi masyarakat Jawa. Mitos ini muncul setelah ditemukannya sebuah prasasti yang menceritakan terjadinya gerhana bulan.

Gerhana bulan total terjadi pada Rabu, (26/5). Puncak gerhana bulan total berlangsung pada pukul 18.19 WIB. Jauh sebelum ilmu pengetahuan bisa menjelaskan, di berbagai tempat dan budaya banyak beredar mitos terkait gerhana bulan, termasuk di Jawa.

Baca juga :

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN TUTUP BUKU TAHUN 2020 DAN RENCANA KERJA TAHUN 2021 KOPERASI WANITA RAHAYU

Dulu di Jawa setiap terjadi gerhana bulan, orang kampung ramai-ramai keluar rumah dan membuat bunyi-bunyian dengan memukul lesung, tempat menumbuk padi. Gerhana bulan terjadi karena diyakini ada raksasa jahat yang menelan bulan. Suara berisik dari lesung yang dipukul beramai-ramai itu diharapkan akan membuat si raksasa terganggu dan kemudian memuntahan bulan yang sudah ditelannya.

Selain memukul lesung, saat gerhana bulan terjadi hewan-hewan piaraan juga harus dibangunkan. Entah apa yang mendasari alasan ini. Bisa jadi dengan membuat semua hewan terjaga hal-hal buruk tidak terjadi.

Dalam adat Jawa saat gerhana bulan terjadi, wanita hamil juga harus terjaga dari tidurnya tapi tidak boleh keluar rumah saat gerhana bulan terjadi. Sebab, dikhawatirkan jabang bayi di dalam kandungan akan memiliki bibir sumbing seperti bentuk gerhana.

Tak hanya itu, wanita yang tengah hamil juga harus membuat bubur merah putih sebagai tolak bala. Pembuatan bubur merah putih ini tak hanya untuk melindungi jabang bayi saja, melainkan untuk menolak datangnya penderitaan, baik berupa musim pagebluk, paceklik maupun wabah penyakit

Baca juga :

SAMBEL KACANG SANGRAI STABIL SNACK, ASLI SAMBELE WONG NGAWI

Selain mitos yang sudah lama beredar, gerhana bulan juga dipercaya sebagai pertanda kurang baik.

Karena itu saat gerhana bulan terjadi kewaspadaan harus ditingkatkan. Begadang atau tirakat dengan tidak tidur saat gerhana bulan dipercaya sebagai cara mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi. 

Entah benar atau tidaknya mitos tersebut, Semuanya adalah kebesaran Allah, kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri atau bertawakal kepadanya

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares
Manfaat Dan Keutamaan Shalat Dhuha Jika di Kerjakan Setiap Hari

Manfaat Dan Keutamaan Shalat Dhuha Jika di Kerjakan Setiap Hari

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Shalat dhuha adalah shalat yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yakni saat matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbit sampai waktu zuhur tiba. Shalat dhuha ditunaikan dalam jumlah minimal dua rakaat. Dan ada beberapa surat yang baik dibaca pada saat melaksanakannya.

Surat-surat yang baik dibacakan saat menunaikan shalat dhuha adalah surat Al-Waqiah, surat Asy-Syams, surat Ad-Duha, surat Al-Kafirun, surat Quraisy, dan surat Al-Ikhlas. Rasulullah SAW pernah berkata melalui HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad mengenai shalat dhuha.

Bahwasanya, siapapun yang menunaikan shalat dhuha setiap harinya, maka akan mendapat banyak keuntungan “Siapa saja yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan“.

Baca juga :

Keutamaan Zakat Fitrah Sebagai Penyempurna Ramadhan

Berikut ini adalah beberapa keutamaan shalat dhuha yang wajib Anda ketahui :

1. Pahala Seperti Sedekah

Keutamaan shalat dhuha bagi yang rajin menunaikannya adalah akan mendapatkan pahala seperti jika ia bersedekah. Ternyata, amalan shalat dhuha memiliki nilai yang sama layaknya bersedekah. Sedekah yang dimaksud adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh, terutama jika Anda ikhlas mengerjakannya.

Bagi umat Islam yang mengerjakan shalat dhuha, maka dirinya akan mendapat pahala sebanyak persendian tersebut sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW yang berbunyi,

Di setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu.

2. Kebutuhannya Akan Dicukupi

Keutamaan shalat dhuha yang selanjutnya adalah akan dicukupi segala kebutuhan bagi siapa saja yang mengerjakannya. Shalat dhuha adalah shalat yang dilakukan untuk memohon limpahan rezeki dari Allah swt. Untuk itu, barangsiapa yang mengerjakannya maka ia akan mendapati bahwa kebutuhannya tercukupi pada akhir hari.

Hal ini tersirat dalam ketentuan waktu pengerjaan shalat dhuha dan bacaan doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan shalat. Sesuai janji-Nya, Allah SWT akan memberikan imbalan dan balasan atas kesediaan hamba-Nya mengingat diri-Nya di waktu dhuha. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi Rasulullah SAW yang berbunyi:

Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu.

3. Raih Ghanimah atau Keuntungan

Keutamaan shalat dhuha yang ketiga adalah untuk meraih ghanimah atau keuntungan secara lebih cepat. Umat Islam yang secara tekun mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. 

Di zaman Rasulullah, beliau membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat dhuha dengan para mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang dekat dengan tampat tinggal mereka. Para mujahid tersebut kembali dengan cepat membawa ghanimah (rampasan perang) dalam jumlah banyak beserta kemenangannya.

Hal ini adalah motivasi bagi para umatnya untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT, karena manfaat dari tawakkal sangatlah besar.

Baca juga :

Doa Hari Ke-7 di Bulan Ramadhan

Doa Puasa Ramadhan Hari ke 11

Rasulullah bahkan menimbang bahwa keuntungan yang diperoleh oleh para pelaksana shalat dhuha berjumlah lebih banyak dibanding dengan keuntungan yang diperoleh oleh para mujahid perang tersebut. Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang berbunyi:

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

4. Mendapat Rumah di Surga

Keutamaan shalat dhuha bagi yang melaksanakannya adalah akan mendapatkan rumah di surga kelak. Umat Islam yang  bersedia meluangkan waktu untuk melaksanakan shalat dhuha sebanyak 12 rakaat di awal hari, dijanjikan oleh Allah SWT imbalan berupa rumah yang indah bagai istana di surga nanti. Menurut Anas Bin Malik yang mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga.” (HR. Ibnu Majah)

5. Pahala Haji dan Umrah

Keutamaan shalat dhuha yang tak kalah dahsyat lainnya adalah dapat mendatangkan pahala yang setara dengan haji dan umrah. Barangsiapa yang melaksanakan shalat dhuha dengan tekun, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala setara haji dan umrah yang sempurna. Dari Anas ra, Rasulullah bersabda,

Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.

6. Gugurkan Dosa

Keutamaan shalat dhuha yang selanjutnya adalah untuk membantu menggugurkan dosa-dosa. Dengan melaksanakan shalat dhuha secara rutin, dosa para umat akan dihapuskan meski sebanyak buih-buih di lautan. Terdapat hadist yang memperkuat hal ini, yakni dari Abu Hurairah ra, di mana Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

7. Dibuatkan Pintu Khusus di Surga

Keutamaan shalat dhuha yang terakhir yang dijanjikan oleh Allah SWT adalah akan dibuatkannya pintu khusus di surga-Nya. Pintu yang dinamakan pintu dhuha ini secara khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang tekun dan rutin melaksanakan ibadah shalat dhuha setiap hari semasa hidupnya. Dari Abu Hurairah ra ,Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah.” (HR.Thabrani)

Profil editor

Share and Enjoy !

Shares
Keutamaan Zakat Fitrah Sebagai Penyempurna Ramadhan

Keutamaan Zakat Fitrah Sebagai Penyempurna Ramadhan

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Memasuki pekan terakhir ibadah puasa Ramadan, kita diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan amalan yang dilaksanakan sebelum salat Idulfitri pada kessokan harinya. Zakat fitrah harus ditunaikan bagi orang yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan kepada setiap umat muslim sebagai santunan kepada orang-orang miskin, juga sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan dan sebagai penyempurna ibada puasa yang telah dijalankan. Zakat fitrah ini dibayarkan maksimal sebelum salat Idul Fitri.

Ketentuan zakat fitrah tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW :

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ‎

Artinya: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai sesuatu yang diwajibkan, zakat fitrah memiliki keutamaan dan hikmah dimana kamu bisa berbagi dengan sesama melalui zakat yang kamu tunaikan sekaligus membersihkan diri dari hal-hal yang dapat mengotori pahala ibada puasa.

Baca juga :

Doa Puasa Ramadhan Hari ke 17

Berikut keutamaan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan, simak ulasannya berikut ini.

Membersihkan Diri dan Menyempurnakan Puasa

Keutamaan zakat fitrah yang pertama adalah dilihat dari kebermanfaatannya bagi yang berpuasa. Dengan melakukan zakat fitrah akan membersihkan dirinya dari dosa dan perbuatan keji serta menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalankan selama satu bulan penuh.

Selama menjalankan ibadah puasa tentunya kita masih sering melakukan khilaf dan perbuatan dosa baik disengaja maupun tidak disengaja. Maka dari itu, fungsi dari membayar zakat fitrah juga untuk membersihkan diri dari perbuatan dosa dan keji seperti berkata kotor, berdusta, hasut, dan dengki antar sesama dan sebagainya.

Oleh karena itu, zakat fitrah ini hadir sebagai pengganti dan penyempurna terhadap hal-hal yang masih kurang.

Berbagi Terhadap Sesama Muslim

Selanjutnya keutamaan zakat fitrah yang kedua ialah dilihat dari kemaslahatan umat. Bahwa dengan mengeluarkan zakat fitrah, menjadi bukti kepedulian antar sesama muslim, terlebih terhadap fakir miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan saudara muslim yang lain.

Hal ini juga tentunya terdapat momen yang tepat dimana kita bisa berbagi sehingga bisa merayakan hari kemenangan yakni, Idul Fitri bersama-sama. Kita menyadari bahwa kebahagiaan dan kemenangan muncul tatkala kita mampu berbagi dan membuat orang lain juga bahagia.

Melalui pembayaran zakat fitrah, saudara muslim yang berada dalam kondisi kekurangan akhirnya mendapat bantuan seperti, kebutuhan pokok sehingga ia juga dapat merayakan hari raya sama seperti muslim yang lainnya.

Memberikan Kebahagiaan Bagi Seluruh Umat Muslim

Keutamaan zakat fitrah yang ketiga adalah memaknai bahwa Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan dan hari kebahagian bagi umat muslim setelah berhasil selama sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan, menahan diri dari hawa nafsu. Namun kebahagiaan ini kemungkinan besar tidak dirasakan oleh fakir miskin, melihat kekurangan yang ada di diri mereka. Berbeda halnya dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang memiliki kecukupan harta atau orang mampu lainnya.

Profil editor

Share and Enjoy !

Shares