Kisah Monyet dan Angin – Inspirasi Kisah Penuh Hikmah

Kisah Monyet dan Angin – Inspirasi Kisah Penuh Hikmah

JAGIR.NGAWIKAB.ID – Alkisah, terdapat seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa, Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar. Yaitu Angin Topan, Angin Tornado dan Angin Bahorok.

Ketiga angin tersebut rupanya sedang membicarakan sang monyet yang sedang nangkring di pucuk kelapa, siapa yg bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa itu.

Pertama-tama, Angin Topan bilang dia cuma butuh waktu 45 detik untuk menjatuhkan si monyet.

Angin Tornado pun tidak mau kalah dengan angina topan, kemudian angina tornado bilang, saya hanya butuh waktu 30 detik agar monyet itu jatuh. katanya.

Sedangkan Angin Bahorok tersenyum melihat percakapan angina topan dan angina tornado tersebut dan bilang, saya hanya butuh waktu 15 detik untuk menjatuhkan monyet itu. Kata angina Bahorok dengan nada mengejek

Baca juga :

Akhirnya satu persatu dari ketiga angin itu maju dan berusaha menjatuhkan monyet itu.

Pertama, angina topan meniup dengan sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin besar yang datang, seketika si monyet langsung memegang batang pohon kelapa tersebut dengan sekuat-kuatnya, dan beberapa menit berlalu, Monyet itu tidak jatuh dan masih diatas pohon kelapa tersebut, dan akhirnya Angin Topan pun menyerah.

Yang kedua Giliran Angin TORNADO, Dia meniup sekencang-kencangnya dan kelihatan monyet itu tidak jatuh juga, dan sama seperti angina topan, angina tornado pun menyerah juga menyerah.

Kali ini yang terakhir giliran Angin BAHOROK yang sedikit meremehkan kedua angina tersebut mencoba meniup dengan lebih kencang lagi.

Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah semakin kencang memegang batang kelapa tersebut. Alhasil, monyet itu tak pernah jatuh

Ketiga angin besar tersebut itu akhirnya mengakui kalau si monyet memang jagoan yang tangguh, Daya tahannya luar biasa.

Baca juga :

Pada waktu yang bersamaan, datang angin sepoi-sepoi menghampiri ketiga angina besar tersebut dan dia bilang mau ikutan menjatuhkan monyet yang ada di atas pohon kelapa tersebut.

Keinginanya itu di tertawakan oleh ketiga angina besar tersebut dan berkata, Kami saja angina yang besar tak bisa menjatuhkan monyet itu, apalagi kamu yang hanya angina sepoi-sepoi, terang ketiga angina tersebut dengan nada tertawa.

Tanpa basa bayi dan banyak omong, angin sepoi-sepoi itu pun langsung meniup ubun-ubun si monyet dengan lembut. Psssss…

Enak banget, adem, Seger, Riyep-riyep matanya si monyet dan tidak lama kemudian si monyet itu akhirnya ketiduran dan lepaslah pegangan monyet itu. Alhasil, monyet itu jatuh.

Pesan Moral yang dapat kita ambil dari cerita tersebut adalah:

Boleh jadi ketika kita diuji dengan Kesusahan, Dicoba dengan Penderitaan, Didera Malapetaka, Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Akan tetapi jika kita diuji dengan Kenikmatan, Kesenangan, Kelimpahan harta dan kekuasaan. Disitulah kita justru akan lalai dengan Sang Pencipta.

Jangan sampai kita terlena, terbuai, Tetap Rendah hati, Mawas diri, Sederhana, Berbuat Amal karena bukan Kritikan yang membuat anda Jatuh, tetapi sanjungan dan pujian yang bisa menjatuhkan anda.

Hari ini mungkin penuh banyak kenangan yang tidak bisa terlupakan, namun biarlah kenangan tersebut menjadi sebuah cerita yang bisa dijadikan motivasi di masa mendatang. semoga masa depan akan lebih baik di bandingkan hari sebelumnya, Jangan membawa luka masa lalu untuk menuju masa depan, cukup jadikan luka tersebut menjadi pelajaran untuk lebih baik kedepannya.

Profil Editor

Share and Enjoy !

Shares